Kamis, 13 Agustus 2026
Terbit : Kam, 05 Maret 2026

Ramadan dan Al-Qur’an Tak Terpisahkan: Pesan Kultum Tarawih Malam ke-15 di Masjid Mubasyirin

Oleh : Risyda Tak Berkategori
Ramadan dan Al-Qur’an Tak Terpisahkan: Pesan Kultum Tarawih Malam ke-15 di Masjid Mubasyirin

Suasana ibadah salat tarawih di Masjid Mubasyirin pada malam ke-15 Ramadan berlangsung khusyuk dan penuh makna. Usai pelaksanaan salat tarawih, jamaah mengikuti kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Ikhwan dengan tema “Ramadan sebagai Bulan Al-Qur’an.” Dalam tausiyah singkatnya, beliau mengingatkan pentingnya menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Ikhwan menjelaskan bahwa Ramadan dan Al-Qur’an merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini memiliki ikatan historis dan spiritual yang kuat, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Oleh karena itu, bulan suci ini menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan momen untuk memperbaiki diri dan kembali kepada petunjuk Allah SWT. Al-Qur’an sebagai hudan lin-naas (petunjuk bagi manusia) hendaknya dijadikan kompas hidup yang membimbing setiap langkah. Dengan meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an, seorang Muslim dapat memperkuat iman dan memperbaiki kualitas ibadahnya.

Selain itu, Ustadz Ikhwan mengingatkan agar umat Islam tidak hanya berfokus pada kuantitas dalam membaca Al-Qur’an, seperti mengejar target khatam berkali-kali selama Ramadan, tetapi juga memperhatikan kualitas melalui tadabbur atau perenungan makna ayat-ayat yang dibaca. Dengan memahami kandungan Al-Qur’an, diharapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir kultumnya, beliau menyampaikan bahwa terdapat harmoni yang indah antara ibadah puasa dan Al-Qur’an. Keduanya akan memberikan syafaat bagi umat Islam di hari akhir. Oleh karena itu, memadukan ibadah puasa dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadan menjadi salah satu amalan terbaik untuk meraih keberkahan dan rahmat Allah SWT.

Kultum tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk semakin menghidupkan Ramadan dengan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan yang terbangun di Masjid Mubasyirin pun menjadi bagian dari upaya memperkuat spiritualitas umat selama bulan suci Ramadan.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kultum 7 menit yang disampaikan oleh Ustadz H. Ikhwan tentang Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an sangat mengingatkan kita bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Pesan yang disampaikan singkat namun penuh makna, mengajak kita untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga tausiyah ini menjadi pengingat agar kita memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

ahmad hamzu, 5 Mar 2026 - Reply
Masjid Mubasyirin
Jl. Brigjen Katamso 124 Kedungrejo, Waru, Sidoarjo
Luas Area246 m2
Luas Bangunan246 m2
Status LokasiWaqaf
Tahun Berdiri1999
  • Bersama Masjid Mubasirin, menebar manfaat dan kebaikan untuk sesama.